WA Center:
0822 6160 1191
Email:
bapenda@banggaikab.go.id
Senin-Kamis :07.45 – 16.00
Jumat : 07.30 – 16.30
Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) adalah Pajak atas perolehan hak atas tanah dan/atau Bangunan.
Objek BPHTB adalah Perolehan Hak atas Tanah dan/atau Bangunan.
Perolehan Hak atas Tanah dan/atau Bangunan, meliputi: (1). Pemindahan hak (jual beli, tukar-menukar, hibah, hibah wasiat, waris, pemasukan dalam perseroan atau badan hukum lain, pemisahan hak yang mengakibatkan peralihan, penunjukan pembeli dalam lelang, pelaksanaan putusan hakim yang mempunyai kekuatan hukum tetap, penggabungan usaha, peleburan usaha, pemekaran usaha, hadiah); dan (2). Pemberian hak baru (kelanjutan pelepasan hak, atau di luar pelepasan hak).
Hak atas Tanah dan/atau Bangunan, meliputi: (a). hak milik, (b). hak guna usaha, (c). hak guna bangunan, (d). hak pakai, (e) hak milik atas satuan rumah susun, dan (f). hak pengelolaan.
Yang dikecualikan dari objek BPHTB adalah Perolehan Hak atas Tanah dan/atau Bangunan : (1). untuk kantor Pemerintah, Pemerintahan Daerah, penyelenggara negara dan lembaga negara lainnya yang dicatat sebagai barang milik negara atau barang milik Daerah, (2). oleh negara untuk penyelenggaraan pemerintahan dan/atau untuk pelaksanaan pembangunan guna kepentingan umum, (3). untuk badan atau perwakilan lembaga internasional dengan syarat tidak menjalankan usaha atau melakukan kegiatan lain di luar fungsi dan tugas badan atau perwakilan lembaga tersebut yang diatur dengan peraturan menteri yang menyelenggarakan urusan pemerintahan di bidang keuangan, (4). untuk perwakilan diplomatik dan konsulat berdasarkan asas perlakuan timbal balik, (5). oleh orang pribadi atau Badan karena konversi hak atau karena perbuatan hukum lain dengan tidak adanya perubahan nama, (6). oleh orang pribadi atau Badan karena wakaf, (7). oleh orang pribadi atau Badan yang digunakan untuk kepentingan ibadah, dan (8). untuk masyarakat berpenghasilan rendah sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.
Subjek Pajak BPHTB adalah orang pribadi atau Badan yang memperoleh Hak atas Tanah dan/atau Bangunan.
Wajib Pajak BPHTB adalah orang pribadi atau Badan yang memperoleh Hak atas Tanah dan/atau Bangunan.
Dasar pengenaan BPHTB merupakan nilai perolehan objek pajak.
Tarif BPHTB ditetapkan sebesar 5% (lima persen).
Besaran pokok BPHTB yang terutang dihitung dengan cara mengalikan dasar pengenaan BPHTB (setelah dikurangi nilai perolehan objek pajak tidak kena pajak) dengan tarif BPHTB.
Wilayah pemungutan BPHTB yang terutang adalah wilayah daerah tempat tanah dan/atau Bangunan berada.
Silahkan Ketik NO HP Anda Untuk Melacak Balasan Laporan/Aduan yang sudah anda Kirim